Makalah Biologi
Sistem Gerak Manusia
![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
Disusun oleh:
Rini Lusiantary
XI MIPA1
|
Kata Pengantar
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang
memberi rahmat dan karunianya, sehingga pada akhirnya penulis dapat
menyelesaikan tugas makalah ini. Dimana tugas makalah ini penulis sajikan dalam
bentuk baku dan sederhana. Adapun judul tugas makalah ini adalah “Sistem Gerak
Manusia”.
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menambah ilmu
pengetahuan kita tentang sistem peredaran darah manusia. Penulis menyadari
bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnan makalah
ini.
Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfat bagi kita semua.
Terima Kasih.
Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfat bagi kita semua.
Terima Kasih.
Jambi,
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sering kali kita
melakukan gerak , tetapi kurang menyadari adanya sistem yang mempergerakan
tubuh kita. Banyak sistem yang menggerakan tubuh kita seperti di bantu otot
,rangka,tulang,daging,dan lain sebagainya. Kita tidak mengetahui bagaimana cara tangan, badan
dan kaki kita dapat bergerak. Dan bagaimana juga penyusun tulang-tulang pada
tubuh ita, apakah sama atau berbeda.
Otot dan rangka merupakan komponen penting
dalam sistem gerak manusia. Tanpa semua itu kita tidak
dapat bergerak dan melakukan aktifitas layaknya manusia lain. Otot,daging,rangka,dan tulang
sangat berperan penting dengan tubuh kita dan saling berpengaruh.Otot,,tulang
dan rangka adalah alat (SISTEM GERAK MANUSIA) seperti judul makalah saya pada tugas biologi ini.
Dalam makalah ini dibahas tentang bagaimana sistemgerak pada
manusia, dan apa saja bagian-bagiannya.serta dalam makalah ini juga dijelaskan
apa saja gangguan pada sistem gerak manusia.
B. TUJUAN
1.
Untuk Mengetahui Sistem Gerak manusia dan jenis jenisnya.
2.
Untuk mengetahui dan memahami rangka sebagai alat gerak pasif
3.
Untuk mengetahui dan memahami otot sebagai alat gerak aktif
4.
Jenis penyakit yang dapat ditemukan dalam sistem gerak manusia.
BAB 2
PEMBAHASAN
A. RANGKA SEBAGAI ALAT GERAK PASIF
Rangka
adalah susunan tulang-tulang dengan sistem tertentu. Rangka dibalut oleh otot
dan kulit. Rangka yang terdapat dalam tubuh disebut rangka dalam atau
endoskeleton. Komponen utama rangka adalah tulang. Fungsi kerangka manusia adalah
sebagai berikut :
1). sebagai
penegak tubuh
2). sebagai
pembentuk tubuh
3). sebagai
tempat melekatnya otot (otot rangka)
4). sebagai
pelindung bagian tubuh yang penting
5). sebagai
tempat pembentukkan sel darah merah
6). sebagai
alat gerak pasif
Kerangka manusia dibedakan menjadi dua
kelompok besar,yaitu skeleton aksial dan skeleton apendikuler.
a.
Skeleton aksial
Tulang aksial merupakan tulang-tulang yang menyusun rangka
utama mulai dari tengkorak hingga tulang ekor.
b.
Skeleton apendikuler.
Skeleton apendikuler merupakan tulang-tulang yang terdiri
dari
·
Anggota
gerak atas
·
anggota
gerak bawah
·
gelang bahu
·
gelang
panggung
·
bagian akhir
dari ruas-ruas tulang belakang
1.
Pembentukan Tulang
Proses pembentukan tulang manusia atau osifikasi berasal dari
tulang rawan (kartilago yang berasal dari mesenkim). Kartilago memiliki rongga
yang akan terisi oleh osteoblas (sel-sel pembentuk tulang). Osteoblas membentuk
osteosit (sel-sel tulang). Setiap satuan sel-sel tulang akan melingkari
pembuluh darah dan serabut saraf membentuk sistem havers. Matriks akan terisi
kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi keras.
Jenis osifikasi:
a. Osifikasi
endokondral :
pembentukan tulang dari tulang rawan, terjadi pada tulang panjang
b. Osifikasi intramembranosus : pembentukan tulang dari mesenkim, seperti tulang pipih pada tengkorak
c. Osifikasi heterotopik : pembentukan tulang di luar jaringan lunak
b. Osifikasi intramembranosus : pembentukan tulang dari mesenkim, seperti tulang pipih pada tengkorak
c. Osifikasi heterotopik : pembentukan tulang di luar jaringan lunak
Ada beberapa
tulang manusia yang akan tetap menjadi tulang rawan meskipun telah dewasa,
seperti tulang daun telinga, hidung, ujung tulang pipa, dan ujung tulang
pembentuk sendi.
Jaringan
tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan yang disebut kondrosit,
dibentuk oleh kondroblas. Setiap kondrosit tersimpan dalam ruang-ruag yang
disebut lakuna.
2.
Macam-macam Tulang
Tulang rawan
Tulang rawan merupakan rangka penyangga tahapan embrio
manusia. Namun setelah dewasa, sebagian besar
tulang rawan berkembang menjadi tulang keras. Pada manusia dewasa, tulang rawan
hanya terdapat pada bagian yang memerlukan elastisitas, seperti daun telinga,
cuping hidung, dan cincin trakea. Tulang rawan terdiri atas anyaman serat
dimana terdapat sel-sel tulang rawan ( kondrosit ) yang membuat matriks kondrn.
Matriks tulang rawan tersusun atas serat kolagen dan kompleks
protein-karbohidrat yang disebut kondroitin. Gabunga serat kolagen dan
kondroitin membuat tulang rawan menjadi kuat dan fleksibel. Ada tiga jenis tulang
rawan, yaitu hialin, elastic, dan fibrosa.
a. Tulang Rawan Hialin
Tulang rawan hialin merupakan bentuk tulang rawan
terbanyak. Tulang rawan hialin mempunyai matriks yang homogeny dan bersifat
halus serta transparan. Tulang rawan hialin terdapat pada cincin batang
tenggorokan ( trakea ), cuping hidung, persendian, serta antara tulang rusuk
dan tulang dada.
b. Tulang Rawan Elastis
Tulang rawan elastic bersifar lentur, matriksnya
mengandung serat elastic yang bercabang-cabang. Tulang rawan elastic terdapat
pada epiglottis dan bagian luar telinga.
c. Tulang Rawan Fibrosa
Tulang rawan fibrosa bersifat kurang lentur,
matriksnya mengandung serat kolagen yang tidak teratur. Tulang rawan fibrosa
terdapat pada antarruas tulang belakang.
Tulang Keras
Rangka yang menyokong sebagian besar tubuh manusia
dewasa terbuat dari tulang keras. Bagian luar tulang keras dilapisi oleh
periosteum yang merupakan tempat melekatnya otot. Sel tulang keras disebut
osteosit. Sel-sel tulang keras membentuk lingkaran konsentris berlapis-lapis.
Disekeliling sel tulang keras, terdapat matriks tulang
keras. Matriks tulang keras tersusun atas matriks kolagen dan mineral yang
keras terdiri atas ion kalsium, magnesium, dan fosfat. Kombinasi mineral yang
keras dan matriks kolagen yang fleksibel membuat tulang membentuk lingkaran
konsentris yang disebut lamela. Lingkaran sel dan matriks keras mengelilingi
saluran havers.
Di dalam saluran havers, terdapat pembuluh darah yang
merupakan penyuplai zat makanan bagi sel tulang keras. Tiap sel tulang keras
dihubungkan dengan sel tulang keras lainnya dan saluran havers oleh kanalikuli.
Sel tulang keras mendapatkan oksigen, makanan, dan membuang limbah melalui
kanalikuli. Saluran havers , lingkaran sel dan lingkaran matriks tulang keras
membentuk system havers.
Didalam tulang keras terdapat sumsum tulang yang
berisi sumsum kuning atau sumsum merah. Sumsum kuning berfungsi untuk
penimbunan lemak. Sumsum merah berfungsi sebagai tempat pembuatan sel darah. Pembentukan dan perusakan tulang diatur oleh adanya
kalsium, fosfat, vitamin D, hormone kalsitonin, dan hormon paratiroid.
Berdasarkan sifat matriksnya, tulang keras dibedakan
menjadi dua, yaitu Tulang kompak dan tulang spons.
a. Tulang kompak
Tulang
kompak merupakan tulang dengan matriks yang bersifat padat dan rapat, misalnya
lapisan luar tulang pipa.
b. Tulan spons
Tulang
spons memiliki matriks berongga, misalnya tulang pipih dan tulang pendek.
Berdasarkan
bentuknya, tulang keras dibedakan menjadi empat, yaitu tulang pipa, tulang
pipih, tulang pendek, dan tulang tak beraturan.
a. Tulang Pipa
tulang pipa adalah tulang yang
berbentuk panjang seperti pipa.tulang pipa disebut juga tulang panjang.seperti
namanya,tulang pipa berbentuk bulat memanjang seperti pipa dengan bagian ujung
berbonggol.bagian yang berbonggol merupakan tulang spons karena berongga
seperti spons. tulang spons berisi sumsum merah tulang, yaitu tempat
memperoduksi sel-sek darah merah. Bagian tengah tulang pipa berisi jaringan lemak
atau sumsum kuning. beberapa contoh tulang pipa, antara lain ,tulang
paha,tulang kering,tulang betis,dan tulang hasta
b. Tulang Pendek
Tulang pendek memiliki bentuk sesuai dengan namanya
berbentuk pendek. Tulang ini bersifat ringan dan kuat. Meskipun tulang ini
pendek, tulang ini mampu menahan beban yang cukup berat. Contohnya adalah
tulang pergelangan tangan, telapak tangan, dan telapak kaki.
c. Tulang Pipih
Seperti namanya,tulang pipih
adalah tulang yang berbentuk pipih atau gepeng,Bagian dalam tulang pipih tidak
berongga melainkan pejal. Dibawah bagian tulang kompak atau tulang keras juga
terdapat tulang spons yang berisi sumsum merah tulang. Berapa contoh tulang
pipih, antara lain tulang rusuk , tulang tengkorak,tulang dada,dan tulang
belikat.
d. Tulang tidak Beraturan
Tulang jenis ini merupakan gabungan dari berbagai
bentuk tulang. Contohnya adalah tulang wajah dan tulang yang terdapat pada
ruas-ruas tulang belakang.
3.
Hubungan antartulang
Antartulang dapat digerakkan karena dihubungkan oleh
persendian. Persendian dilengkapi oleh tendon dan ligamentum.
a. Pembentukan sendi
Mula-mula kartilago akan membesar lalu kedua
ujungnya akan diliputi jaringan ikat. Kemudian kedua ujung kartilago akan membentuk
sel-sel tulang, keduanya diselaputi oleh selaput sendi (membrane sinoval) yang
liat dan menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut sinoval.
b. Macam sendi
Persendian dapat dikelompokkan
menjadi sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. Mari cermati uraian berikut
ini.
Persendian yang tidak memungkinkan
terjadinya pergerakan disebut sinartrosis. Tulang-tulang dipersatukan oleh
jaringan tulang, contohnya pada tulang-tulang kepala.
Persendian tulang dengan gerakan
yang sangat terbatas disebut amfiartrosis. Amfiartrosis dibagi menjadi dua
macam, yaitu sinkondrosis dan sindesmosis. Sinkondrosis ialah persendian yang
dihubungkan oleh tulang rawan hialin. Contoh sinkondrosis pada pelekatan tulang
dada dan tulang iga. Sedangkan, sindesmosis ialah persendian yang dihubungkan
oleh jaringan penyambung.
Diartrosis
merupakan hubungan antara tulang yang satu dengan yang lain, yang dihubungkan
oleh persendian.
Persendian yang menyebabkan gerakan
bebas dan mobilitasnya cukup besar, biasanya terjadi pada tulang-tulang
panjang. Ujung tulang-tulang ini ditutupi oleh tulang rawan dan terdapat rongga
sinofial yang berisi cairan sinofial untuk memudahkan gerakan. Persendian ini
ditutupi oleh pembungkus jaringan fibrosa. Persendian diartrosis dapat dibagi
menjadi beberapa macam sendi, yaitu:
1) Sendi putar
Persendian yang memungkinkan adanya
gerakan rotasi atau berputar. Hal ini terjadi apabila ujung tulang yang satu
bergerak mengitari ujung tulang yang lain. Contoh sendi putar adalah tulang
tengkorak dengan tulang atlas, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.
2) Sendi engsel
Persendian yang menyebabkan gerakan
satu arah karena berporos satu disebut sendi engsel. Contoh sendi engsel ialah
hubungan tulang pada siku, lutut, dan jari-jari.
3) Sendi pelana
Sendi pelana adalah persendian yang
membentuk sendi, seperti pelana, dan berporos dua. Contohnya, terdapatpada ibu
jari dan pergelangan tangan.
4) Sendi peluru
Sendi peluru adalah persendian yang
memungkinkan gerakan yang lebih bebas. Sendi ini terjadi apabila ujung tulang
yang satu berbentuk bonggol, seperti peluru masuk ke ujung tulang lain yang
berbentuk cekungan. Contoh sendi peluru adalah hubungan tulang panggul dengan
tulang paha, dan tulang belikat dengan tulang atas.
B. OTOT SEBAGAI
ALAT GERAK AKTIF
1. KARAKTERISTIK OTOT
Sistem otot adalah sistem tubuh yang
memiliki fungsi seperti untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan
postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot jantung dan otot rangka. Otot
merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah mendapat
rangsangan. Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu :
1. kontraktibilitas :
kemampuan untuk berkontraksi / memendek
2. Ekstensibilitas :
kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat
kontraksi
3. Elastisitas : kemampuan
otot untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada
ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaksasi.
2. MACAM-MACAM OTOT
A. Otot Lurik
Disebut dengan otot lurik dikarenakan pada serabut-serabut panjang otot terdapat garis terang (isotrop) dan garis gelap (anisotropi) yang tersusun secara bergantian. Otot lurik mempunyai pigmen mioglobin dan mendominasi tubuh vertebrata. Otot ini juga disebut otot rangka. Disebut otot rangka karena otot ini melekat pada tulang rangka, sehingga ketika sedang berkontraksi menyebabkan tulang bergerak. Cara kerjanya dipengaruhi oleh susunan saraf pusat dan juga sering disebut otot sadar.
Ciri-ciri otot lurik :
Disebut dengan otot lurik dikarenakan pada serabut-serabut panjang otot terdapat garis terang (isotrop) dan garis gelap (anisotropi) yang tersusun secara bergantian. Otot lurik mempunyai pigmen mioglobin dan mendominasi tubuh vertebrata. Otot ini juga disebut otot rangka. Disebut otot rangka karena otot ini melekat pada tulang rangka, sehingga ketika sedang berkontraksi menyebabkan tulang bergerak. Cara kerjanya dipengaruhi oleh susunan saraf pusat dan juga sering disebut otot sadar.
Ciri-ciri otot lurik :
·
Bentuknya silindris memanjang
·
Memiliki banyak inti di tepi (multinuklei)
·
Cepat menanggapi adanya rangsangan
·
Bekerja menurut kesadaran (volunteer)
·
Memiliki daerah yang gelap dan terang yang tersusun rapi
·
Sel otot lurik lebih panjang dibandingkan dengan sel otot polos dan otot
jantung
B. Otot Polos
Otot polos merupakan otot yang berbentuk gelondong dengan kedua ujungnya yang meruncing, serta mempunyai satu inti. Jaringan pada otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati menggunakan mikroskop tampak polos atau tidak bergaris. Cara kerja otot polos berkontraksi secara refleks dibawah pengaruh saraf otonom dan bila otot polos dirangsang reaksinya lambat.
Ciri-ciri otot polos :
·
Berbentuk gelondong
·
Memiliki satu inti ditengah
·
Lambat menanggapi jika adanya rangsangan
·
Bekerja di
luar kesadaran (involunteer)
·
Tidak
memiliki daerah gelap dan terang karena tersusun dari serabut aktin dan miosin
C. Otot Jantung
Merupakan otot lurik tak sadar, yang hanya ditemukan di dinding jantung, khususnya mycoradium. Sel yang meliputi otot jantung disebut cardiomyocyte atau sel otot myocardiocyteal, yang dapat berisi satu, dua, tiga, dan juga empat inti sel tetapi biasanya tiga atau empat sangat jarang.
Ciri-ciri otot jantung :
·
Bentuknya
seperti otot lurik yaitu silindris tetapi bercabang membentuk anyaman
·
Memiliki
banyak inti di tengah
·
Bekerja sama
seperti otot polos yakni tidak sadar (involunteer)


3. SIFAT KERJA OTOT
Sifat
kerja otot dibedakan menjadi dua, yaitu :
A.
Antagonis
Otot antagonis adalah dua otot
atau lebih yang tujuan kerjanya berlawanan. Jika otot pertama berkontraksi dan
yang kedua berelaksasi, akan menyebabkan tulang tertarik atau terangkat.
Sebaliknya, jika otot pertama berelaksasi dan yang kedua berkontraksi akan
menyebabkan tulang kembali ke posisi semula. Contoh otot antagonis adalah otot
bisep dan trisep.
Otot bisep adalah otot yang
memiliki dua ujung (dua tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan
atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang memiliki tiga jung (tiga
tendon) yang melekat pada tulang, terletak di lengan atas bagian belakang.
Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep
berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot
bisep berelaksasi.
Antagonis juga adalah kerja
otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan, contohnya adalah:
1. Ekstensor( meluruskan) dan
fleksor (membengkokkan), misalnya otot trisep dan otot bisep.
2. Abduktor (menjauhi badan) dan adductor
(mendekati badan) misalnya gerak tangan sejajar bahu dan sikap sempurna.
3. Depresor (ke bawah) dan adduktor ( ke
atas), misalnya gerak kepala merunduk dan menengadah.
4. Supinator (menengadah) dan
pronator (menelungkup), misalnya gerak telapak tangan menengadah dan gerak
telapak tangan menelungkup.
B.
Sinergis
Sinergis juga adalah
otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah. Contohnya pronator teres
dan pronator kuadratus (Otot yang menyebabkan telapak tngan menengadah atau
menelungkup).
Otot sinergis adalah dua otot
atau lebih yang bekerja bersama – sama dengan tujuan yang sama. Jadi, otot –
otot itu berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama. Misalnya, otot – otot
antar tulang rusuk yang bekerja bersama ketika kita menarik napas, atau otot
pronator, yaitu otot yang menyebabkan telapak tangan menengadah atau
menelungkup.
Gerakan pada bagian tubuh,
umumnya melibatkan kerja otot, tulang, dan sendi. Apabila otot berkontraksi,
maka otot akan menarik tulang yang dilekatinya sehingga tulang tersebut
bergerak pada sendi yang dimilikinya.
Otot yang sedang bekerja
akan berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras, dan bagian tengahnya
menggembung. Karena memendek, tulang yang dilekati otot tersebut tertarik atau terangkat.
Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakan tulang ke satu arah
tertentu. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus
mengadakan relaksasi. Namun relaksasi otot ini saja tidak cukup. Tulang harus
ditarik ke posisi semula. Oleh karena itu, harus ada otot lain yang berkon
traksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama.
Jadi, untuk menggerakan tulang
dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula,
diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja berbeda. Berdasarkan
tujuan kerjanya tadi, otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis.
4. MEKANISME KERJA OTOT
Dari hasil penelitian dan pengamatan dengan mikroskop
elektron dan difraksi sinar X, Hansen dan Huxly (l955) mengemukkan teori
kontraksi otot yang disebut model sliding filaments.
Model
ini menyatakan bahwa kontraksi didasarkan adanya dua set filamen di dalam sel
otot kontraktil yang berupa filament aktin dan filamen miosin. Rangsangan yang
diterima oleh asetilkolin menyebabkan aktomiosin mengerut (kontraksi). Kontraksi
ini memerlukan energi. Pada waktu kontraksi, filamen aktin meluncur di antara
miosin ke dalam zona H (zona H adalah bagian terang di antara 2 pita gelap).
Dengan demikian serabut otot menjadi memendek yang tetap panjangnya ialah ban A
(pita gelap), sedangkan ban I (pita terang) dan zona H bertambah pendek waktu
kontraksi. Ujung miosin dapat mengikat ATP dan menghidrolisisnya menjadi ADP.
Beberapa energi dilepaskan dengan cara memotong pemindahan ATP ke miosin yang
berubah bentuk ke konfigurasi energi tinggi. Miosin yang berenergi tinggi ini
kemudian mengikatkan diri dengan kedudukan khusus pada aktin membentuk jembatan
silang. Kemudian simpanan energi miosin dilepaskan, dan ujung miosin lalu
beristirahat dengan energi rendah, pada saat inilah terjadi relaksasi.
Relaksasi ini mengubah sudut perlekatan ujung myosin menjadi miosin ekor. Ikatan
antara miosin energi rendah dan aktin terpecah ketika molekul baru ATP
bergabung dengan ujung miosin. Kemudian siklus tadi berulang Iagi.
5. ENERGI UNTUK KONTRAKSI OTOT
Sumber energi
utama untuk gerakan (kontraksi) otot yaitu adenosin tri fosfat (ATP). Akan
tetapi, jumlah yang tersedia hanya dapat digunakan untuk kontraksi dalam waktu
beberapa detik saja. Otot vertebrata mengandung lebih banyak cadangan energi
fosfat yang tinggi berupa kreatin fosfat sehingga akan dibebaskan sejumlah
energi yang segera dipakai untuk membentuk ATP dari ADP. ATP dihasilkan dari
proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat dan lemak. Terjadinya kontraksi otot
sebagai akibat adanya interaksi antara protein otot aktin dan miosin yang
membutuhkan ATP melalui bantuan enzim kontraksiang dikenal sebagai enzim
ATP-ase.
Sumber energi
lainnya pada otot, yaitu fosfokreatin. Fosfokreatin ini adalah suatu bentuk
persenyawaan fosfat berenergi tinggi yang terdapat pada otot dalam konsentrasi
yang tinggi. Fosfokreatin tidak dapat digunakan secara langsung sebagai sumber
energi, tetapi dapat memberikan energinya kepada ADP.
Banyaknya
fosfokreatin yang terdapat pada otot lurik, lebih dari lima kali jumlah ATP.
Proses terpecahkan ATP dan fosfokreatin untuk menghasilkan energi tidak
membutuhkan oksigen bebas (respirasi anaerob). Oleh karena itu, disebut proses
anaerob. Apabila otot melakukan kontraksi secara terus-menerus dalam jangka
waktu yang lama maka otot akan mengalami kelelahan. Hal tersebut terjadi
sebagai akibat turunnya kandungan konsentrasi ATP dan fosfokreatin. Sebaliknya,
pada saat ini justru akan terjadi kenaikan konsentrasi ADP, AMP, dan asam
laktat.
Sumber lain
untuk menghasilkan energi, yaitu dengan cara mengubah glikogen menjadi glukosa
(proses glikolisis). Proses glikolisis terjadi di sitoplasma sel otot
(sarkoplasma) yang membutuhkan enzim-enzim sebagai katalisator reaksi. Proses
ini terjadi cepat namun hasil ATP-nya sedikit. Proses ini dapat terjadi dalam
kondisi aerob (ada oksigen) atau dalam kondisi anaerob (tanpa ada oksigen). Normalnya
asam piruvat yang dihasilkan oleh reaksi glikolisis akan memasuki mitokondria
untuk menjalani proses selanjutnya yang disebut fosforilasi oksidatif. Bila
tidak tersedia cukup oksigen maka jalur anaerobiklah yang akan dominan, asam
piruvat tidak masuk ke mitokondria tetapi dimetabolisme menjadi asam laktat.
Biasanya
persediaan kreatin fosfat di otot sangat sedikit. Persediaan ini harus segera
dipenuhi lagi dengan cara oksidasi karbohidrat. Cadangan karbohidrat di dalam
otot adalah glikogen. Glikogen dapat diubah dengan segera menjadi
glukosa-6-fospat. Perubahan tersebut merupakan tahapan pertama dari proses
respirasi sel yang berlangsung dalam mitokondria yang menghasilkan ATP.
Glikogen adalah senyawa yang tidak larut. Oleh karena itu, harus dilarutkan dahulu
menjadi laktasidogen. Laktasidogen ini diubah menjadi glukosa dan asam laktat.
Glukosa yang dihasilkan dioksidasi menjadi CO2, H2O, dan energi. Energi yang
dibebaskan selanjutnya digunakan untuk membentuk ATP dan fosfokreatin. Proses
ini terjadi pada saat otot berelaksasi, dan membutuhkan oksigen bebas
(respirasi aerob). Oleh karena itu, proses relaksasi disebut fase aerob.
Penimbunan asam laktat yang terlalu banyak di dalam otot,
dapat menyebabkan kelelahan. Asam laktat yang berlebihan tersebut akan dioksidasi
oleh oksigen, apabila terlalu banyak dibutuhkan oksigen untuk mengoksidasi asam
laktat dapat menyebabkan gangguan pada pernafasan (nafas tersengal-sengal).
C. GANGGUAN PADA SISTEM GERAK
1. Riketsia
Riketsia
terjadi karena kekurangan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium dan fosfor
dari darah hingga pengerasan tulang. Penyakit ini terjadi pada anak. Riketsia
menyebabkan tulang kaki tumbuh membengkok. Penyembuhan dan pencegahan dari
penyakit
ini adalah dengan penambahan kalsium, fosfor, dan vitamin D ke dalam diet. Vitamin D bisa didapat dengan berjemur di panas matahari.
ini adalah dengan penambahan kalsium, fosfor, dan vitamin D ke dalam diet. Vitamin D bisa didapat dengan berjemur di panas matahari.
2. Osteoporosis
Osteoporosis
disebabkan karena kekurangan mineral. Cobalah ingat kembali macam mineral
penyusun tulangmu! Osteoporosis umumnya terjadi pada orang dewasa. Orang tua
biasanya menghasilkan lebih sedikit hormon, sehingga osteoblast sebagai
pembentuk tulang kurang aktif, dan massa tulangpun jadi berkurang. Tulang yang
kekurangan mineral menjadi rapuh dan mudah patah.
3. Fraktura (Patah Tulang)
Meskipun
kuat dan lentur, tulang-tulang bisa patah. Patahnya tulang disebut fraktura.
Fraktura tertutup terjadi jika tulang patah tetapi bagian ujung yang patah
tidah menembus kulit. Fraktura terbuka terjadi jika ujung tulang yang patah
keluar menembus kulit.
Dalam masa
penyembuhan, ujung patahan tulang harus saling ditempelkan. Periosteum akan
membuat sel-sel tulang baru. Jaringan tulang baru yang tebal (disebut kalus)
terbentuk di sekitar patahan menutup keretakan. Jaringan yang bertambah tebal
tersebut hilang saat tulang kembali ke bentuk semula dengan bantuan osteoklast.
Penyembuhan patah atau retaknya tulang selalu dibantu dengan pembalut agar
tidak mudah bergeser.
4. Artritis
Artritis
adalah penyakit sendi. Penderita penyakit ini mempunyai tulang rawan sendi yang
rusak. Kerusakan ini menyebabkan sendi menjadi sakit dan bengkok. Kadangkadang
sendi yang terkena artritis tidak dapat digerakkan. Rematik adalah salah satu
bentuk artritis. Sebab terjadinya artritis belum diketahui dengan pasti.
Menghindari infeksi yang akut dan mengonsumsi makanan yang seimbang mengurangi
terjadinya artritis.
5. Lordosis
Lordosis
merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan ke arah
depan di bagian pinggang. Orang yang mengalami kelainan ini pinggangnya
terlihat lebih menonjol ke depan. Lordosis bisa disebabkan karena perut
penderita yang terlalu besar (misalnya karena hamil atau kegemukan), riketsia,
atau karena kebiasaan yang salah.
6. Kifosis
Kifosis
merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan di
bagian dada ke arah belakang. Penderita kifosis tubuhnya terlihat bungkuk.
Kifosis bisa disebabkan karena, penyakit (misalnya TBC dan riketsia) atau
kebiasaan duduk yang salah.
7. Skoliosis
Skoliosis
adalah melengkungnya tulang belakang ke arah samping. Skoliosis bisa disebabkan
oleh polio atau kebiasaan duduk atau berposisi yang salah.

BAB 3
PENUTUP
·
KESIMPULAN
1. Sistem gerak manusia terbagi menjadi sistem gerak pasif oleh
rangka dan sistem garak aktif oleh otot.
2. Fungsi rangka, yaitu sebagai penunjang tegaknya tubuh, alat
gerak pasif, tempat melekatnya otot rangka, memberi bentuk tubuh, melindungi
alat-alat tubuh yang lemah, tempat pembentukan sel-sel darah,dan sebagai tempat
pemimbunan mineral.
3. Bentuk tulang ada empat, yaitu tulang pipih, tulang pipa,
tulang pendek, dan tulang tidak beraturan.
4. Hubungan antartulang disebut persendian. Menurut besar
kecilnya yang terjadi, persendian dapat dibedakan menjadi tigamacam yaitu,
diartrosis, amfiatrosis, dan sinartrosis.
5. Otot terbagi menjadi otot polos, otot lurik dan otot jantung.
6. Sumber energi otot untuk kontraksi adalah ATP dan kreatin
fosfat dan Macam gerakan otot yaitu sinergis dan antagonis.
·
DAFTAR PUSTAKA
1.
Buku paket biologi kelas XI kurikulum 2013
penerbit PT Bumi Aksara